Rabu, 23 Mei 2012

PLN Putar Film KvsK Tiga Hari Berturut-turut





PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali memutar film Kita versus Korupsi (KvsK) bagi seluruh jajaran karyawan. Kali ini kegiatan nonton bareng (nobar) film KvsK dilakukan selama tiga hari berturut-turut, Selasa (22/3) hingga Kamis (24/5) di Studio XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta. Pemutaran dilakukan selama 2 kali setiap harinya, yaitu pada pukul 10.00 dan pukul 12.00. 

Kepala Manajemen Bisnis dan Resiko PT. PLN Amirosidin menyatakan tujuan pemutaran film KvsK sebagai ajang sosialisasi anti suap di internal PLN. Sehingga pihaknya mewajibkan bagi karyawannya untuk nobar film KvsK. “Kami mentargetkan sebanyak 3000 karyawan nonton film KvsK,” ujarnya.

Pemutaran film KvsK telah dilakukan PLN di beberapa daerah, sebagai wujud kerjasama PLN dengan Transparency International (TI) Indonesia. “Supaya kita bisa merefleksikan film KvsK kedalam diri kita,” kata Amirosidin.

PLN sendiri telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan TI Indonesia pada 6 Maret lalu. Diantaranya untuk membuat peta potensi korupsi di pengadaan barang dan jasa, potensi korupsi di pelayanan pelanggan. “Kita beharap pada bulan Juli, peta tersebut sudah keluar dan akan disampaikan kepada seluruh unit,” lanjutnya.

Sekretaris Jenderal TI Indonesia Teten Masduki sangat mengapresiasi PLN yang mewajibkan seluruh karyawannya untuk menonton film KvsK. Ia berharap, film ini menjadi refleksi bagi kita bersama, dengan harapan ada perubahan budaya yang anti korupsi.

“Film ini merupakan ikhtiar kami dalam mengkampanyekan anti korupsi di masyarakat. Kami berharap, perlawanan terhadap korupsi bisa dilakukan oleh kita bersama,” jelas Teten.

Produser film KvsK Abduh Aziz menambahkan, perang melawan korupsi bukan hanya tugas KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan penegak hukum, tapi tugas kita bersama. “Kita berharap, seluruh staf PLN juga menyatakan perang terhadap korupsi,” kata Abduh.

Karyawan PLN Sangat Terkesan

Sebanyak 930 karyawan PLN dari berbagi unit hadir dalam pemutaran hari pertama film KvsK, Selasa (22/5) kemarin.  Limbong, seorang karyawan dari Unit PLN Cengkareng mengaku terkesan dengan film KvsK. Dari keempat film pendek yang ada di KvsK, ia memfavoritkan film berjudul “Psstt…Jangan Bilang Siapa-Siapa” karya sutradara Ine Febriyanti.

“Jika ditanya siapa yang salah dalam film keempat, tentu saja karakter Ola dan Eci dimana karakter tersebut dibentuk oleh keluarga yang ternyata korup,”ujarnya.

Lain lagi bagi Diki Arisiandi, karyawan di Bagian Keuangan Disjaya ini memilih film ketiga berjudul “Selamat Siang, Rissa!” yang dibintangi Tora Sudiro.”Kebetulan saya punya anak kecil. Mudah-mudahan ngga seperti itu. Film ini menjadi pelajaran bagi kita bersama,” ungkap Diki.

Supriadi, karyawan dari PJB UP Muara Karang menyatakan pencegahan korupsi bisa diawali dari dini, oleh karenanya penting untuk diputus mata rantainya. Meskipun, menurut Upi dari UPP Sekrtetariat Tanjung Priok, sangat sulit memutus mata rantai korupsi. “Tapi saya optimis kalau kita bisa dengan catatan komitmen kita kuat,” tegasnya. (Agus Sarwono/RSD)

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Kita vs Korupsi Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger