Senin, 18 Juni 2012

TII Siapkan Modul Pendidikan Anti Korupsi Berbasis Film





Pemberantasan korupsi tak cukup dituntaskan hanya melalui penegakan hukum semata. Hal sama penting untuk memberantas virus korupsi adalah pencegahan korupsi itu sendiri. Khususnya di kalangan anak muda sebagai generasi penerus bangsa.

Dari diskusi dan pemutaran film Kita versus Korupsi (KvsK) di berbagai kota di Indonesia menyimpulkan, persoalan korupsi sangat dekat dengan kehidupan anak muda. Karenanya, Transparency International Indonesia (TII) memandang pentingnya pendidikan anti korupsi sejak dini, yaitu di kalangan anak usia sekolah. Kehadiran film KvsK bisa dijadikan sebagai materi pengajaran di sekolah.

Hal ini sejalan dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan menerapkan pendidikan anti korupsi di sekolah mulai tahun ajaran baru, Juli 2012 nanti.

Untuk merumuskan modul pengantar pendidikan berbasis film, TII akan menyelenggarakan workshop “Penyusunan Modul Pendidikan Anti Korupsi Melalui Film KvsK” selama dua hari, Kamis (21/6) sampai Jumat (22/6) di Villa Jambu Luwuk, Bogor. Materi workshop akan digodok bersama antara para ahli pendidikan, guru, para ahli di bidang anti korupsi dan Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK).  

“Kita memahami pentingnya menghentikan suplai koruptor. Antara lain dengan mulai mendidik kaum muda sedini mungkin untuk memahami persoalan korupsi dan dampaknya bagi kehidupan rakyat,” kata Ketua Penyelenggara Ilham B. Saenong di Jakarta, Senin (18/6).

Di lain pihak, lanjut Ilham, sangat penting memperkenalkan kembali kepada kaum muda dengan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, rasa tanggung jawab, keadilan, keberpihakan dan semacamnya sebagai imunitas terhadap praktik korupsi di sekitarnya. Kaum muda dapat dengan mulai menerapkan nilai-nilai anti korupsi dari diri mereka dan menularkannya kepada lingkungan sekitar. 

“Karena itu diperlukan konten dan metode pengajaran yang tepat agar pesan-pesan anti korupsi dapat benar-benar sampai kepada sanubari anak sekolah,”jelas Ilham.

Diharapkan workshop menghasilkan format modul singkat dan aplikatif untuk pengajaran, berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). “Modul itu nantinya akan diujicobakan (try out) ke sekolah-sekolah pilot,” demikian Ilham. (RSD)
 

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Kita vs Korupsi Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger