Kehadiran film Kita versus Korupsi (KvsK) di sela-sela
Diklat Pimpinan Tingkat II Angkatan 34 Tahun 2012 di Lembaga Administrasi
Negara (LAN), Jalan Administrasi II, Pejompongan, Jakarta, Selasa (13/4), ternyata
memberi warna lain. Tak sekedar menghibur, pemutaran film KvsK memberi kesan tersendiri
bagi para peserta yang terdiri dari para pejabat Eselon II dari berbagai
insitusi di seluruh Indonesia.
Diklat dengan tema “Penguatan Etika dan Integritas Birokrasi
Dalam Rangka Pencegahan Korupsi” dihadiri 180 peserta. Menurut salah satu panitia
penyeleggara, pemutaran film Kvsk di sela-sela diklat baru pertama kali
dilakukan. “Pemutaran film ini terselenggara atas usul Pak Damanik, peserta
diklat yang kebetulan bertugas di KPK,”jelasnya.
Dalam testimoni usai pemutaran film, para peserta menyatakan kesannya setelah
menonton film KvsK. “Kami memberi apreasiasi terhadap film KvsK,” kata Indra
Salim, peserta dari Sumatera Utara. Menurut
Indra, keempat rangkaian film menggambarkan realitas sehari-hari yang terjadi
di masyarakat.
Rudi, peserta dari kelas C juga menyampaikan terima kasih
atas pemutaran film KvsK. Ia sedikit memberi saran agar ke depan,
mempertimbangkan target audience untuk anak-anak sekolah dasar. “Perlu dikaji
lagi untuk mempertimbangkan audience bagi anak-anak SD. Sebagaimana juga KPK saat
ini sedang mengkaji untuk memasukkan kurikulum pendidikan anti korupsi di
tingkat sekolah dasar,”ujarnya.
Sedangkan Reni, peserta dari Kabupaten Tulang Bawang, Lampung
setuju bahwa nilai-nilai kejujuran dan budi pekerti harus ditanamankan kepada
anak-anak sejak dini. Ia mengaku prihatin, di tengah kemajuan teknologi yang
makin canggih tetapi nilai-nilai budi pekerti makin terlupakan.
“Anak-anak kuat secara teknologi tetapi budi pekerti harus
diutamakan,”tandas Reni. (RSD)
0 komentar:
Posting Komentar