Senin, 11 Juni 2012

Mahasiswa Medan Sambut Antusias Roadshow KvsK





Roadshow film Kita versus Korupsi (KvsK) di Medan selama dua hari, Selasa (05/6) – Rabu (06/6), mendapat sambutan luar biasa dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Sebanyak 1.385 penonton hadir dalam pemutaran dan diskusi film di enam lokasi. Masing-masing Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Nommensen, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Pembangunan Panca Budi, Studio XXI Hermes Place dan Ten Coffee.

Kegiatan hari pertama diawali pemutaran dan diskusi film KvsK di Ruang Sidang A, Gedung Rektorat UNIMED, Jalan Willem Iskandar Pasar V, Medan pukul 09.35. Sebanyak 120 penonton hadir diantaranya Rektor UNIMED Prof. Ibnu Hajar, para Dekan, Kapolresta Medan Untung Sudarto, jajaran Polda Sumatera Utara (Sumut), pemerintah provinsi Sumut dan kabupaten kota Medan, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumut, para guru, mahasiswa dan segenap civitas akademika UNIMED.

Dalam sambutannya, Ibnu Hajar mengatakan korupsi telah menjadi masalah bersama atau common problem. “Karenanya juga menjadi musuh bersama atau common enemy,”ujarnya. Ia berharap pemutaran film KvsK tidak sekedar hiburan, tetapi sekaligus dijadikan media menyampaikan pesan tentang potret kehidupan masyarakat.

Usai pemutaran film digelar diskusi dengan nara sumber Ketua Pengawas Transparency International (TI) Indonesia Zumrotin SK, Kepala Sekretariat Deputi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indraza Marzuki, pengurus Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) UNIMED M. Fahmi Siregar, produser film KvsK Abduh Aziz, pemain film KvsK  Verdi Solaiman dan Norman Rivianto Akyuwen.

Basaruddin dari Fakultas Ilmu Keolahragaan menyatakan korupsi bukan budaya tetapi tindakan yang dimulai dari diri sendiri. Misalnya dari kebiasaan memberikan uang ‘tip’ dan hal-hal kecil lainnya. “Upaya untuk menghindari korupsi harus dimulai dari kita sendiri dan pendekatan kepada Tuhan,”ungkapnya.

Siang harinya, acara berlanjut di kampus Universitas HKBP Nommensen di Jalan Kamboja X No. 196, Medan pukul 13.00. Sebanyak 600 mahasiswa, dosen dan civitas akademika hadir menyaksikan pemutaran film KvsK di Gedung Perpustakaan Lantai 2. Mereka rela duduk berdesakan dan beberapa diantaranya lesehan di lantai.

Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti diskusi yang dipandu oleh Pembantu Rektor III Maringan Panjaitan. Hadir sebagai nara sumber Zumrotin, Indraza Marzuki, Abduh Aziz, Verdi Solaiman dan Norman Rivianto Akyuwen. Hampir rata-rata pertanyaan, dukungan dan kritikan ditujukan ke KPK. Fredy Siahaan dari Fakultas Hukum misalnya, mengusulkan untuk mencegah korupsi maka budaya hukum harus diubah. “KPK harus segera menerbitkan Undang-Undang Pembuktian Terbalik untuk mengurangi praktik-praktik korupsi,”ujarnya.

Menanggapi hal itu, Indraza berpendapat perubahan budaya hukum bisa dimulai dengan perubahan pola pikir masyarakat tentang korupsi. Ia juga menjelaskan tugas dan fungsi KPK meliputi koordinasi, supervisi, penindakan dan pencegahan.

Minta Diputar Lagi

Pada pukul 16.00, pemutaran dan diskusi film berlangsung di Gedung Peradilan Semu, Fakultas Hukum (FH) USU, Jalan Dr. T Mansur No. 9, Medan. Sebanyak 250 penonton hadir diantaranya Pembantu Rektor IV USU Prof. Ningrum Natasya Sirait, Pembantu Dekan I FH USU Prof. Budiman Ginting, mahasiswa, dosen dan civitas akademika USU. 

Dalam sambutannya, Budiman berharap dengan pemutaran film KvsK, para mahasiswa sebagai generasi muda dan ujung ombak masa depan negeri ini dapat memahami makna dan pesan yang disampaikan film. “Sehingga mempunyai moral, etika dan integritas yang tinggi terhadap penegakan hukum serta meminimalisir perbuatan korupsi hingga pada akhirnya menghapuskan perbuatan korupsi di Indonesia,”pesan Budiman disambut tepuk tangan hadirin. 

Diskusi usai pemutaran film menghadirkan nara sumber Zumrotin, Indraza Marzuki, Abduh Aziz, Verdi Solaiman dan Norman Rivianto Akyuwen. Dalam kesempatan ini, para mahasiswa menyampaikan kesannya terhadap film KvsK. Astra dari Fakultas Hukum misalnya, mengungkapkan menyaksikan film KvsK bagaikan bercermin di depan kaca. Apa yang diceritakan dalam film merupakan potret keseharian yang terjadi di masyarakat. “Kita seperti melihat perilaku diri kita sendiri,”paparnya.

Di akhir acara, Ningrum meminta supaya film KvsK bisa diputar kembali di kampus USU, tidak sebatas di tingkat fakultas tetapi diperluas ke lingkup universitas.

Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan pemutaran film di Studio XXI Hermes Place, Medan pukul 10.00. Sebanyak 180 penonton dari berbagai kalangan hadir, diantaranya pelajar dan mahasiswa, para wartawan dari berbagai media, jajaran pemerintah setempat, aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat, dan masyarakat umum. 

Usai pemutaran film, panitia menggelar konferensi pers dengan para wartawan di Lobi Studio XXI Hermes Place. Hadir sebagai nara sumber Zumrotin, Indraza Marzuki, Abduh Aziz, Verdi Solaiman dan Norman Rivianto Akyuwen.

Siang harinya, acara berlanjut di Universitas Pembangunan Panca Budi, Jalan Jenderal Gatot Subroto KM 4.5, Medan pukul 13.00. Sebanyak 200 mahasiswa, pelajar, dosen, dan civitas akademika menyaksikan film KvsK di Aula Universitas Pembangunan Panca Budi. Diskusi menghadirkan nara sumber Zumrotin, Indraza Marzuki, Abduh Aziz, Verdi Solaiman dan Norman Rivianto Akyuwen.

Dan sore harinya dilanjut kunjungan ke kantor redaksi Tribun Medan di Jalan KH Wahid Hasyim No. 37 Medan dan talkshow di Radio Smart FM di Jalan Thamrin No. 112, Medan.
Roadshow ditutup dengan pemutaran film KvsK di Ten Coffee, Jalan Imam Bonjol No. 36B, Medan. Acara yang dimulai pukul 20.30 ini dihadiri 35 penonton.  (RSD)

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Kita vs Korupsi Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger